artikel

Tips Menanam Bunga Zinnia

TIPS MENANAM BUNGA ZINNIA

Tips Menanam Bunga Zinnia – Menanam bunga merupakan salah satu hobi. Nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas cara menanam bunga zinnia. Apa itu bunga zinnia? Pasti bagi kita yang awam belum mengerti seperti apa si bunga ini? Bunga zinnia merupakan salah satu bunga yang cocok untuk ditanam di taman maupun di teras rumah. Langsung saja mari kita bahas bagaimana tips menanam bunga zinnia.

Bunga ini bisa anda tanam langsung ditanah atau menggunakan pot. Tanaman bunga ukuran menengah ini memiliki warna bunga yang cerah disertai tunggi tanaman yang sedang menjadikannya tanaman hias yang recomended banget untuk anda tanam dirumah.

Perawatan untuk bunga ini tergolong cukup mudah. Bunga zinnia juga mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan dataran rendah maupun dataran tinggi. Karena tanaman ini berukuran sedang dan posisi bunga ada dibagian atas tanaman, maka tanaman bunga zinnia ini sanagt cocok untuk dikombinasikan dengan tanaman berukuran kecil untuk mengisi sela-sela bagian bawah.

Anda bisa mengkombinasikannya dengan bunga kroot atau rumput jepang sehingga menghasilkan tampilan yang lebih indah. Anda bisa mempelajari cara menanam bunga krokot dan cara menanam rumput jepang.

Baiklah langsung saja untuk tata cara menanam bunga zinnia adalah sebagai  berikut :

1. Persiapan Lahan Tanam

Tanaman ini bisa ditanam langsung ditanah maupun di pot, namun kali ini kami akan mengajarkan pada anda cara menanam bunga zinnia di tanah. Pertama-tama adalah mempersiapkan lahannya terlebih dahulu.

Lahan yang cocok untuk menanam bunga zinnia haruslah gembur agar perakarannya mudah tumbuh. Sebenarnya meski pada lahan pasir atau tanah yang belum digemburkan sekalipun tanaman ini bisa tetap tumbuh. Hanya saja perkembangannya kurang optimal.

Seperti halnya tanaman pada umumnya yang membutuhkan cahaya untuk proses fotosintesisnya. Menanam bunga zinnia juga sebaiknya dilokasi yang cukup terpapar sinar matahari. Hindari menanam bunga Zinnia dibawah pohon peneduh karena tanaman akan sulit berbunga nantinya.

Lahan yang sudah dipilih kemudian dibersihkan dari gulma dan bebatuan kemudian digemburkan. Tanah yang sudah digemburkan bisa segera anda beri pupuk dasar

2. Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar dilakukan untuk menambah unsur hara ditanah agar lebih subur. Pemupukan untuk tanaman  zinnia bisa anda lakukan dengan menanam pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kandang atau butiran organik.

Pemberian pupuk organik saja sudah cukup jika hanya untuk tanaman bunga hias. Anda tak perlu menambahkan pupuk buatan kompleks seperti NPK atau SP36. Namun demikian bukan berarti tidak boleh. Jika anda memang mau menambahkan NPK dan SP36 maka hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan terlihat jauh lebih cepat dan sehat.

Tanamlah pupuk dasar pada kedalaman 20 cm lalu tanah diuruk kembali. Anda bisa membuat bedengan diatas pupuk dengan keinggian sekitar 10 cm saja. Yang perlu anda ingat adalah untuk membuat saluran irigasi (semacam parit kecil) disekeliling area tanam guna membuang air hujan seandaunya turun hujan nanti. Cara Menanam Sukulen.

3. Pembibitan Bunga Zinnia

Pembibitan bunga zinnia dilakukan melalui bijinya. Untuk mendapatkan biji zinnia anda bisa membeli di penjual tanaman hias. Untuk persemaian bijinya anda bisa memanfaatkan plastik pot kecil (polibag kecil). Gunakan tanah humus yang sudah diayak untuk isian pot persemaian.

Rendamlah biji zinnia selama 12 jam setelah itu tiriskan hingga kering, maka barulah biji zinnian siap ditanam pada pot. Isikan 1 (satu) biji saja tiap pot dengan posisi penanaman bagian biji yang runcing ditancapkan kearah bawah dan menyisakan sebagian tumpul biji masih terlihat dipermukaan tanah. Sirami pot dan tunggu beberapa hari hingga biji tersebut tumbuh.

Darisini kita bisa ambil kesimpulan bahwasanya biji zinnia bisa tetap tumbuh meski anda hanya menaburkannya langsung dilahan tanam. Tetapi ada resiko biji dimakan oleh serangga seperti semut. Setelah zinnia tumbuh maka anda harus rajin menyiraminya dengan alat spray agar batang muda tanaman zinnia tidak patah.Setelah bibit berusia sekitar 5-7 hari atau tingginya sekitar 5 cm maka bibit zinnia tersebut sudah siap dipindahkan di lahan tanam.

4. Penanaman Bunga Zinnia

Bibit bunga zinnia ditanam setelah berusia minimal  hari setelah tumbuh. Buatlah lubang tanam seukuran dengan pot dengan kedalaman sekitar 5 cm.

Buatlah jarak antar lubang tanam sekitar 15-20 cm Anda bisa mengkocorkan NPK 16-16-16 + insektisida pada tiap lubang agar lubang bebas dari serangga pamakan akar. Namun jika anda rasa lahan tanam anda bebas dari serangga pemakan akar seperti uret dan orong-orong maka itu tidak perlu dilakukan.

Tanamlah bibit zinnia pada waktu pagi atau sore dan segera disirami guna menghindari tanaman menjadi layu diterik siang. Sampai disini maka cara menanam bunga zinnia sudah selesai. Selanjutnya adalah tinggal proses perawatan hingga tanaman  zinnia berbunga.

5. Penyiraman Tanaman Zinnia

Tanaman zinnia memerlukan intensitas penyiraman yang sedang, artinya kadar air didalam tanah harus selalu sedang yakni tidak boleh terlalu basah atau terlalu kering dalam wktu yang lama. Namun demikian tanaman ini cukup tahan kekeringan dan malah justru bisa layu jika terlalau banyak air dalam waktu lama.

Gunakan gembor untuk menyiram bagian tanahnya. Lakukan penyiraman sekitar 3 hari sekali saja dimusim kemarau dan anda tak perlu melakukan penyiraman dimusim penghujan.

6. Penyiangan Tanaman Liar

Karena ditanam pada lahan bebas, maka kemungkinan tumbuhnya tanaman liar sangatlah besar. Sebenarnya anda bisa mengatasi ini dengan cara memberikan lapisan plastik pada bagian atas bedengan atau dengan menanam rumput jepang disekitar area pangkal tanaman. Hal ini akan mencegah tanaman liar tumbuh dan mencuri nutrisi di area tanam.

Namun jika anda menghedaki bagian bawah tetap kososng maka penyiangan rutin adalah solusinya. Penyiangan ini bisa dilakuakan sebulan sekali saja.

7. Pemupukan Susulan

Tujuan pemupukan susulan adalah untuk menambah suplai nutrisi dalam tanah. Pemupukan susulan dilakuakan sebulan sekali saja. Komposisi yang digunakan adalah NPK 16-16-16 dan butiran organik. Anda bisa menggunakan metode tanam atau kocor. Jika tanam, maka galilah lubang dengan jarak 10-15 cm dari pangkal tanaman lalu isi dengan 1 sendok NPK 16-16-16 dan 1 genggam butiran organik.

Jika anda menghendaki engan cara kocor maka larutkan 3 sendok makan NPK 16-16-16 pada 1 liter air  lalu kocorkan pada tiap tanaman sekitar 300 ml. Tanamkan juga segenggam pupuk butiran organik disekitar akar tanaman.

Mengapa menggunakan butiran organik? Jawabannya adalah karena butiran organik lebih siap untuk diserap tanaman sednagkan pupuk kandang yang belum didekomposisi dengan sempurna malah justru dapat menaikkan suhu tanah pada proses penguraiannya. Hal ini berbahaya bagi akar karena dapat mematikan perakaran.

8. Perawatan Fase Pembungaan

Tanaman bunga zinnia tergolong tanaman yang pertumbuhannya sangat pesat. Tanaman ini akan mulai erbunga padda usia 45 hari setelah pindah tanam. Namun kualitas bunga pada fase pembungaan yang pertama masihlah belum optimal.

Anda bisa menunggu fase pembungaan kedua dibulan selanjutnya dimana ukuran bunga sudah lebih besar dan lebih banyak bunga yang keluar.

Untuk merawat bunga agar bunga tetap segar tentu dengan menjaga pengairannya. Selain itu anda juga bisa melakukan pemupukan unsur mikro dengan menggunakan POC (Pupuk Organik Cair) dengan cara disemprotkan pada daun tanaman.

TOKO BUNGA ASRI – Toko bunga jogja / pusat florist jogja / toko bunga online jogja & murah. Berdiri sejak tahun 1990, dengan pengalaman yang sudah puluhan tahun dan tenaga profesional di bidangnya, kami siap melayani segala macam rangkaian bunga. Bergabung KLIK DISINI. Hubungi Kami Telp : (0274) 517721 / 0822 2587 3935 (BU ASRI) / 081 125 8077 (DRAJAD) | Email : bungaasri@gmail.com

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *