Mengenal Tanaman Hidroponik

Mengenal Tanaman HidroponikMENGENAL TANAMAN HIDROPONIK

Tanaman Hidroponik – Siapa diantara kalian yang mempunyai hobi bercocok tanam? Atau bahkan hobi kalian bercocok tanam hidroponik? Teknik menanam tanaman di jaman yang modern ini. Untuk itu, bagi Anda yang belum paham bisa simak ulasan berikut ini mengenai tanaman hidroponik.

Kenali Tenaman Hidroponik

Teknik penanaman ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Sekiranya pada tahun 1672, seorang penulis bernama Francis Bacon, mengupas tuntas mengenai teknik bercocok tanam hidroponik dalam bukunya berjudul Sylva Sylvarum or ‘A Natural History’.

Tentu cara bercocok tanam ini sangat menguntungkan. Pasalnya di zaman yang semakin modern ini lahan pertanian pun semakin menipis.Metode yang digunakan pun beragam. Di antaranya adalah metode sistem drip, walter culture, dan NFT.

jenis tanaman hidroponik
(Foto: foodandnutrition)

Namun, bukan berarti air yang digunakan juga dalam takaran yang sembarangan. Media air yang digunakan tetap dalam jumlah sedikit. Sehingga, meskipun di daerah yang minum air, bercocok tanam dengan cara ini tetap dapat dilakukan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat tanaman hidroponik.

Baca juga: Panduan Membuat Bunga Kertas

Bahan untuk membuat tanaman hidroponik:

-Benih
-Gunting/pisau
-nutrisi hidroponik
-air bersih
-Rockwool
-Arang sekam dan sabut kelapa
-botol bekas air mineral
-Kain, flannel, atau kapas

cara bertanam tanaman hidroponik
Rockwool (Foto: amazon)

Cara menanam tanaman hidroponik

1. Pembibitan atau penyemaian

Langkah pertama yang harus dilakukan ialah menyemai benih terlebih dulu. Fungsinya supaya kualitas bibit terlihat untuk ditanam. Media rockwoll perlu digunakan saat menyemai. Pasalnya rockwool menyerap air dan terbebas dari hama. Cara menyemai bisa kamu lakukan dengan langkah berikut ini

-Potong-potong rockwool dan semailah 1-2 biji benih pada satu rockwool

-Basahi dengan air

-letakkan di atas nampan dan simpan di tempat gelap

-Tunggu hingga berkecambah

-Setelah berkecambah taruh di tempat terang tanpa paparan sinar matahari langsung.

-Setiap pagi dan sore semprot rockwool dengan air bersih secukupnya.

-Setelah dua minggu akan tumbuh daunnya dan siap dijadikan ke media tanam.

2. Pembuatan media tanam

Ambil botol bekas dan potong menjadi dua bagian atas dan bawah. Lubangi bagian tutup botol agar sumbu tidak lepas. Sumbu menjadi bagian yag menyerap nutrisi dari atas hingga ke akar. Setelah sumbu terpasang campurkan sabut kelapa dan dan arang sekam ke dalam botol bagian atas.

Lalu, pada bagian bawah botol isilah dengan nutrisi hidroponik cair hinggan memenuhi 2/3 bagian botol. Yang terakhir, pasangkan botol bagain atas dan bawah dengan posisi tutup botol berada di bawah.

3. Penanaman

Untuk menanamnya cukup mudah. Pindahkan bibit dari tempat penyemaian tanpa merusak akar sawi. Beri lubang pada media tanam sekiranya 1-2 cm. Setelahnya langsung tanam benih.

4. Perawatan

Tentu, tahapan terakhir dan yang terpenting ialah melakukan perawatan Cara merawatnya dengan menambahkan cairan nutrisi saat cairan tersebut hampir habis. Jangan lupa untuk selalu meletakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari. Biasanya setelah kurang lebih dua bulan, hasil dari penanaman sudah mulai panen.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat